Widget HTML Atas

4 Mindset yang Mesti Kita Ubah Saat Main Medsos


Media sosial sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan kita. Hal yang pertama kalinya dilaksanakan saat bangun tidur ialah memeriksa HP, cari tahu ada sesuatu hal menarik apa lagi ini hari. Saat sebelum tidur juga demikian, kurang afdal rasanya jika tidak lihat-lihat linimasa lebih dulu.


Media sosial menjadi candu untuk beberapa orang. Sulit untuk dapat terlepas darinya walau jalan raya linimasa terakhir benar-benar sangat ruwet. Banyak sekali pembicaraan tidak perlu, upload-unggahan yang benar-benar palsu, dan berita yang penuh tipu. Kesemrawutan itu tidak jarang-jarang buat risau sendiri. Supaya masih tetap sehat hadapi realita sosial media, karena itu beberapa mindset-mu perlu diganti.


1. Nggak semua hal yang tidak kamu sepakati perlu didebat. Pemikiran manusia, kan, berbeda-beda, biarin saja sepanjang itu tidak merugikanmu


Media sosial tempatnya orang menceritakan dan memiliki pendapat. Siapa saja bebas untuk memiliki pendapat. Tidak perlu terlampau serius dalam menyikapi apa yang jadi perbincangan khalayak. Kamu bisa turut dan tidak turut, sepakat atau tidak sepakat. Kamu yang malas membuka sosial media bisa saja karena kebanyakan ikuti pembicaraan seseorang. Rileks saja, tidak perlu segala hal kamu urusi. Sepanjang tidak merugikanmu lebih bagus cuek.


2. Nggak semua aktivitas perlu kamu upload. Kegelisahan yang dirasa akhir-akhir ini bisa jadi karena kamu terlampau repot mengurus komentar seseorang


Batas di antara dunia riil dan maya makin bias. Masalah di jagat maya terkadang terikut dalam kehidupan riil. Menyaksikan rekan berlibur kamu jadi ingin ikut-ikutan. Menyaksikan aktris memiliki tubuh singset kamu segera iri. Yang paling buat pikirkan dalam membaca komentar netizen di upload kita. Saat komentar itu kurang kenakan kita jadi pikirkan. Ada pilihan mematikan feature komentar, ada juga opsi untuk tidak mengupload apa saja, tinggal yang ingin kamu tentukan.


3. Ubah pola pikir jika kece itu perlu populer, agar kamu masih tetap sehat tidak ikut-ikutan mencari kehebohan seperti beberapa orang


Menjadi selebgram sekarang jadi harapan beberapa orang. Obsesi ini buat orang ikhlas lakukan apa saja untuk dapat punyai followers banyak. Nach, obsesi ini terakhir buat orang jadi ngaco. Mereka ikhlas lakukan apa saja untuk dapat trending. Ada yang makan rambut kemaluan, ada yang buat gimik kacangan, bahkan juga ada yang sampai menyalahi ketentuan untuk dapat buat verifikasi.


Tren ini perlu diakhiri. Kece itu tidak perlu populer. Kamu tidak harus menjadi selebgram atau youtuber untuk dapat sukses.


4. Batasi pemakaian sosial media jadi jalan keluar supaya hidupmu tenang. Jika dapat puasa sekaligus agar otakmu fresh kembali


Kebanyakan main sosial media buat kita jadi gampang risau. Selainnya banyak kabar buruk di linimasa, main sosial media gampang buat kita iri. Permasalahan ini kenyataannya tidak cuma kamu yang alami, tetapi beberapa orang. Sampai satu saat ada pergerakan untuk puasa sosial media. Puasa sosmed memiliki arti stop buka sosmed dalam periode waktu tertentu. Maksudnya agar kita dapat semakin mengenal diri lagi; sebetulnya apa yang kita ingin. Jika tidak dapat terlepas dari sosmed minimum awasi pemakaiannya. Ada kok program pemisah waktu.


Kemajuan tehnologi membawa banyak faedah. Berbicara jadi gampang, cari info juga tidak sulit. Sosial media yang semula memberikan keuntungan beralih menjadi toksin untuk beberapa orang. Hidupnya jadi mudah risau saat menyaksikan jagat maya. Untuk kamu yang alami itu, coba coba ganti 4 pola pikir sama seperti yang telah diurai di atas.